>>Risalah Terbuka untuk Penulis Artikel “Surat Sayang dari Allah SWT” (Catatan Akhir pekan ‘Part 9’)<<

إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيّئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلّ له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنّ محمدا عبده ورسوله

{يا أيّها الذين آمنوا اتقوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ ولا تَمُوتُنَّ إلاَّ وأَنتُم مُسْلِمُونَ}

{يا أيّها الناسُ اتّقُوا ربَّكمُ الَّذي خَلَقَكُم مِن نَفْسٍ واحِدَةٍ وخَلَقَ مِنْها زَوْجَها وبَثَّ مِنْهُما رِجالاً كَثِيراً وَنِساءً واتَّقُوا اللهََ الَّذِي تَسَائَلُونَ بِهِ والأَرْحامَ إِنَّ اللهَ كان عَلَيْكُمْ رَقِيباً }

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمالَكمْ ويَغْفِرْ لَكمْ ذُنوبَكُمْ ومَن يُطِعِ اللهَ ورَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً}

أما بعد،فإن أصدق الحديث كلام الله وخير الهدي هدي محمد r وشر الأمور محدثاتها وكلّ محدثة بدعة ، وكل بدعة ضلالة ، وكل ضلالة في النار

Kepada saudara Penulis artikel “Surat Sayang dari Allah SWT” yang kami hormati, kami telah membaca tulisan singkat Anda yang Anda judulkan dengan sebuah kalimat “Surat Sayang dari Allah SWT.”

Kami membacanya sekitar setahun yang lalu di note/catatan pada sebuah akun Facebook. Pada saat itu juga kami berniat untuk memberikan sebuah tanggapan. Kami terlupa menyimpan catatan tersebut dan ide penulisan tanggapan yang kami maksud baru bisa kami realisasikan saat ini.

Setelah menelusurinya via Google, kami kembali menemukan tulisan Anda pada sebuah blog namun kami tidak mampu menelusuri tentang Anda sebagai penulis karena pada tulisan itu memang tidak dicantumkan nama penulis. Pada catatan-catatan yang tersebar, yang ada hanyalah nama-nama pemilik akun baik facebook atau blog yang ikut menyebarkannya.

Tulisan Anda telah menyebar di blog, email dan facebook, seperti yang kami ketahui. Awalnya, kami benar-benar berniat mengirim tanggapan kepada Anda saja sebagai penulis secara ‘empat mata’ dan bukan mempublikasikan seperti ini.

Namun, ada beberapa pertimbangan yang menyebabkan kami menulis tanggapan terbuka ini dan memilih untuk mempublikasikannya. Continue reading

Istri Cantik, Perlukah?

sumber: ini

 

“Wanita cantik memang relatif, tapi kalau jelek itu mutlak!” Demikianlah bunyi sebuah joke klise yang tidak tepat alias ngawurLho, kok ngawur? Ya, sebab pada dasarnya segala yang Allah ciptakan itu bagus dan indah. Allah berfirman:

الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ

“Dialah yang membaguskan segala sesuatu yang Dia ciptakan.” (QS. As-Sajdah [32]: 7)

Nabi ` bersabda:

كُلُّ خَلْقِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَسَنٌ

“Segala ciptaan Allah ‘Azza wa Jalla itu indah.” [Riwayat Ahmad dan ath-Thabrāni, serta dinyatakan valid oleh Syaikh al-Albāni]

Hanya saja, keindahan fisik yang Allah berikan kepada masing-masing individu itu beraneka ragam dan bertingkat-tingkat. Keanekaragaman dan tingkatan itulah yang kemudian didefinisikan sebagai jelek, cantik atau tampan. Tipe dan model yang begini disebut sebagai cantik, dan model yang begitu disebut jelek. Pada dasarnya, yang demikian itu hanyalah diversifikasi dan pembedaan bentuk. Bayangkan sekiranya seluruh manusia itu memiliki wajah dan postur yang sama. Repot kan?

Adalah fithrah manusia untuk menyukai segala hal yang indah. Karena itu, merupakan hal yang lumrah apabila seorang lelaki mencari wanita yang menurutnya indah atau cantik. Terkadang kita jumpai sikap berlebihan (ghuluww atau ifrāth) di kalangan sebagian aktivis, bahwa seolah-olah menjadikan kecantikan sebagai salah satu parameter dalam memilih pasangan hidup merupakan ‘dosa’ atau perbuatan tercela. Sebagian mereka juga ‘pasrah’ begitu saja apabila dijodohkan oleh pembimbing agama mereka (murabbi). Sikap semacam ini tentu saja bukan merupakan sikap yang tepat atau harus dilakukan. Sayangnya, ini masih cukup sering terjadi. Continue reading

Asal Muasal kata “Colo”

Karena banyak yang bertanya2, apa sih itu COLO, siapa sih yang duluan? maka kluarlah tulisan ini :p.

berikut saya paparkan penjelasannya. (menurut ane :p)

kata “COLO” sebenernya berasal dari daerah terpencil di pulau jawa yang di sebut dengan kelurahan Kebon Baru, kecamatan Tebet. tapi entah berantah yg pertama kali berkata itu siapa.Ada perawi yang mengatakan, colo itu terucap pertama kali oleh bang bocet, abangye Muhammad Zuhdi, tmn ane yg ad di singapur skrng. Perawi lain mengatakan, ia mendengar kata CULU dari seorang bernama Muhammad Ridho, tmn ane yg emang colo bgt.. :p

PENGERTIAN :

Asal usul kata tersebut adalah dari kata cu’lun = cupu. lama klamaan kata “cu’lun” berkembang menjadi “CULU”. dan berkembang terus yg kata CULU itu berubah suara U-nya menjadi O, shingga terciptalah kata itu. COLO

kata ini terus mengalami perkembangan. sewaktu kuliah, ada perawi dari ilkom41 sendiri, Muhammad Lutfi, beliau memodif pengertian COLO menjadi COwo LOecoe yang kemudian dia dan Irvan Lewenusa menciptakan crita yg diberi judul “COLO COLO”

demikian…

Mohon ditakhrij n dikoreksi kalo ada yang salah ye.. soale perawinye pade ga tsiqoh nih.. :p